Bagaimana cara menanamkan profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran di kelas?
Kompetensi, Capaian Pembelajaran, dan Profil Pelajar Pancasila
Dalam struktur kurikulum merdeka, capaian pembelajaran memegang posisi yang penting. Capaian pembelajaran mengacu pada tujuan yang ingin dicapai dalam proses pendidikan. Namun, ada kaitan yang erat antara kompetensi, capaian pembelajaran, dan profil pelajar Pancasila. Sebelum membahas hubungan ketiga hal tersebut, kita perlu memahami profil pelajar Pancasila terlebih dahulu.
Profil pelajar Pancasila menggambarkan karakteristik yang diharapkan terbentuk pada setiap pelajar seiring dengan perkembangan dan kemajuan proses pendidikan. Untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila, kerjasama dari seluruh komponen satuan pendidikan sangat diperlukan. Profil pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong-royong, dan berkebhinekaan global. Keenam dimensi ini harus dibangun secara konsisten mulai dari fase pondasi di PAUD hingga setelah lulus dari SMA atau SMK. Profil pelajar Pancasila menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan nasional dan merumuskannya merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk dalam perencanaan kurikulum.
Proses mewujudkan profil pelajar pancasila
Satuan pendidikan bertanggung jawab dalam membangun keenam dimensi profil pelajar Pancasila tersebut. Kegiatan dan pengalaman belajar sehari-hari harus terkait dengan keenam dimensi tersebut. Dimensi-dimensi ini menjadi panduan bagi guru dalam menurunkan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran maupun modul ajar. Lingkungan belajar juga perlu dibangun sedemikian rupa agar sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Proses mewujudkan profil pelajar Pancasila dapat diibaratkan sebagai menanam benih. Tanaman membutuhkan tanah yang subur dan cukup sinar matahari agar dapat tumbuh dengan baik. Lingkungan tempat tanaman tumbuh dapat dianggap sebagai lingkungan belajar, sedangkan air dan nutrisi tambahan yang diperlukan oleh tanaman dapat diibaratkan sebagai kegiatan dan pengalaman belajar sehari-hari di kelas. Jika benih memiliki lingkungan tumbuh yang baik, mendapat air yang cukup, dan nutrisi yang baik setiap harinya, tanaman tersebut dapat tumbuh menjadi kuat dan kokoh.
Bagaimana cara menumbuhkembangkan profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran di kelas?
Sebagai contoh, kita dapat melihat pembelajaran mata pelajaran IPS yang dilakukan oleh seorang guru bernama Ibu Sari di jenjang SMP. Ibu Sari dan murid-muridnya sedang mempelajari konsep mengelola keuangan sederhana di era digital. Mereka menganalisis kebutuhan dan keinginan saat membeli sesuatu, mengumpulkan data tentang upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan di sekitar mereka secara berkelompok, mewawancarai narasumber mengenai kemajuan teknologi dalam pengelolaan keuangan, seperti dompet digital dan pembukaan rekening daring. Selain itu, mereka juga menganalisis risiko membeli dengan kredit atau cicilan baik secara langsung maupun melalui aplikasi digital. Pada akhir pembelajaran, murid-murid diajak untuk membuat tujuan berdasarkan nilai uang atau finansial, misalnya tujuan untuk membeli sebuah tas seharga 100.000 dalam waktu 1 bulan. Kemudian, mereka merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan tersebut dengan mencatat pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari dan menentukan berapa banyak uang yang bisa mereka tabung setiap minggu.
Melalui pembelajaran tersebut, Ibu Sari menanamkan dimensi mandiri kepada murid-muridnya, mereka diajarkan untuk mencari informasi sendiri dan belajar mengelola keuangan secara mandiri. Mereka juga diajak untuk berpikir kritis melalui kegiatan diskusi dan menganalisis konsep serta risiko yang terkait. Selain itu, melalui kegiatan berkelompok, mereka juga belajar bergotong-royong. Dalam pembelajaran ini, Ibu Sari berhasil menanamkan dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila kepada murid-muridnya melalui capaian pembelajaran yang diimplementasikan dalam kegiatan dan pengalaman belajar sehari-hari.
Kesimpulan
Setiap guru, tanpa terkecuali, memiliki peran penting dalam mewujudkan keenam dimensi dalam profil pelajar Pancasila. Ketika merencanakan pembelajaran, setiap guru harus memikirkan bagaimana mata pelajarannya dapat menanamkan keenam dimensi tersebut. Dengan demikian, guru dapat memberikan kegiatan dan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus membangun kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Dalam upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila, sinergi antara satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh stakeholder pendidikan sangat diperlukan. Komitmen dan kerjasama dari semua pihak akan mendorong terbentuknya pelajar yang memiliki karakter kuat, berkompetensi, dan mencintai Pancasila sebagai dasar negara. Melalui proses pembelajaran yang menyeluruh dan berkelanjutan, kita dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan dunia global dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan dan keputusan mereka.